Indeks Kualitas Lingkungan Hidup: Karena Kita Juga Berhak Tahu!

Indeks Kualitas Lingkungan

Halo

Postingan perdana di enviropedia ini. Doakan ya, supaya saya bisa konsisten mengisi blog yang menjadi salah satu janji cum laude saya. Janji yang saya tekadkan untuk dipenuhi sebagai bagian dari tanggung jawab atas predikat cum laude yang beberapa lalu saya dapatkan. Enggak pakai panjang kali lebar, langsung ajaaaaaa ...

Tahun politik, tema receh aja bisa digoreng kemriyuk, serenyah kerupuk , apalagi tema penting seperti lingkungan. Ya, walau di hari biasa, yang namanya persoalan lingkungan ini tak menjadi isu seksi walau berkaitan dengan keberlanjutan hidup umat manusia. Nah, agar kita tak menjadi orang yang  termasuk terlalu cepat menilai, mungkin ini bisa jadi masukan kecil.

Pernah enggak sih lewat sepanjang sungai lalu merasa ada bau-bauan dan lalu dengan cepat kita ngomel, “tercemar nih!”. Atau pas kena lampu merah rada lamaan, ngerasa nafas tak selega biasanya, langsung meradang, “pencemaran udara!” eits… tunggu. Kita butuh ukuran ya. Nah, saya hanya ingin cerita tentang salah satu yang bisa dijadikan ukuran jika itu terkait dengan kemajuan pembangunan di bidang lingkungan.

Gilaks, cukup kudet juga saya, baru tahu kalau secara nasional itu ada dokumen yang bisa dijadiin tools, namanya IKLH, Indeks Kualitas Hidup Indonesia. Secara garis besar, IKLH ini terdiri dari 3 bahasan yakni Indeks kualitas air, indeks kualitas udara dan indeks tutupan lahan. Sedangkan indeks tutupan lahan dibagi lagi menjadi beberapa item lebih spesifik yakni ndeks Tutupan Hutan (ITH)     Indeks Performance Hutan, Indeks Kondisi Tutupan Tanah, Indeks Konservasi Badan Air     serta Indeks Kondisi Habitat.

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup ini sebenarnya adalah tools buat pemerintah, yakni untuk membantu proses pengambilan kebijakan baik di tingkatan pusat maupun daerah.

Sebagai informasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan di tingkat Pusat maupun Daerah yang berkaitan dengan bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Sebagai instrumen keberhasilan pemerintah dalam melindungi dan mengelola lingkungan hidup. Tapi …. dokumen ini juga sebagai report, ini bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada publik dalam hal pencapaian target kinerja program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Mungkin teman-teman ada yang berfikir, ah Mbak Wid sih latar belakang pendidikannya memang lingkungan, jadi bisa lah membaca dan memahami IKLH. Dicoba dulu dong. Kalau menurut saya isinya IKLH tidak terlalu bertele-tele kok. Singkat dan jelas. Asal mau mengalokasikan waktu untuk membacanya, insyaallah orang awam pun bisa kok memahami. Setidaknya memiliki gambaran lah tentang kondisi lingkungan terkini di negeri ini. Sekurang-kurangnya, teman-teman bisa langsung lihat ke bagian analisis data. Di situ bisa dilihat table-tabel indeksnya. Teman-teman juga bisa lihat tren indeks dari tahun ke tahun baik untuk IKA, IKU maupun IKTL. Yah, paling parahhhh seenggaknya sisihkan beberapa detik untuk membaca bagian penutupnya. Waduh …wkwkwk. kalau ini becanda kok.

Nah, untuk teman-teman yang mau tahu lebih lanjut, yuk silakan unduh saja dokumennya dari website resmi Kementerian LHK: www.menlhk.go.id , sebagai warga negara kita berhak tahu kan hasil; pembangunan yang udah dilakukan oleh pemerintah termasuk untuk bidang lingkungan ini.